Cara Saya Mendapatkan Uang Ketika Masih di Pesantren

Tahu sendiri kan pemirsa, saya masuk pesantren tidak lain tujuannya untuk memperbaiki akhlak, menimba ilmu, baik agama dan sains, dan masih banyak lagi yang saya tuntut di pesantren. Tapi yang namanya kebutuhan kan pasti ada. Saya sendiri terbilang adalah orang yang paling sering mengeluarkan uang alias biasa meneraktir, membeli makanan untuk disantap bersama, lombok dan saus untuk penyedap lauk dan masih banyak lagi kebutuhan yang tak kalah penting lainnya. Olenya itu, keharusan buat saya untuk sedikit lebih kreatif dalam memenej uang agar saat dibutuhkan bisa langsung tersedia.

Sayangnya, semua tidak berjalan mulus sesuai keinginan. Tapi yakinlah, rencana Tuhan jauh lebih indah… Saya terlalu sering meminjam uang pada teman dan kabar baiknya, saya termasuk salah satu teman yang terpercaya dan bisa dipegang omongannya. Semua pinjam saya, saya catat di buku khusus agar tidak pernah lupa kepada hutang saya. Kurang lebih demikian….

Dalam hal ini, untuk bisa melunasi hutang, membeli kebutuhan, berbagi, saya harus punya alternatif lain untuk memperoleh uang selain dari orang tua. Apa saja yang saya lakukan? Berikut cara saya mendapatkan uang ketika masih di pesantren:

 

1. Mengaji orang meninggal

Kalau yang satu ini sudah sangat jelas. Kasarnya, rezeki anak pesantren datang duka orang meninggal. Ketika kita selesai mengaji, kita akan diberi amplop sebagai sedekah si mayit agar pahalanya terus berjalan.Bagaimana lagi? Itulah faktanya…

Setiap orang lazimnya mendapat 2 juz untuk dibaca dan dikhatamkan. Setelah khatam, biasanya disajikan kue, wahh, nikmatnya jadi santri…

 

2. Khutbah

Sesekali khutbah ketika ada jadwal ceramah ustaz yang kosong. Lumayan hasilnya dari khutbah, bisa dipakai untuk traktir teman dan membeli beberapa peralatan kebutuhan sehari- hari. Kalau ini isisnya sampai 100rb.

Tapi sebelum itu, anda harus punya bekal dan skill dulu. Jangan asal go. Skill publik speaking akan sangat dibutuhkan dalam hal ini, ketika anda menyampaikan dakwah Tuhan kepada jama’ah.

 

3. Barazanji

Ini juga yang seru, kita tinggal baca barazzanjinya dan taratt… Reeki Allah swt. datang dalam bentuk amplop dan langsung masuk ke kantong. Isinya tuh biasanya 20 ribu.

4. Laundry

Saya pernah menjalankan usaha ini di pesantren. Maklum, saya lagi sangat butuh uang dan sifatnya urgen. Terpaksa, saya cari orang yang mau dicucikan pakaiannya. Biasanya, tarifnya sekitar 10 ribu per ember dan pengharum. Biarlah, saya ikhlas bekerja seperti itu…

 

5. Bisnis game

Yah, kalau yang satu ini termasuk hobi bisnis yang sangat menyenangkan. Saya membeli akun game karena sangat ingin bermain. Kemudian beberapa pekan saya mainkan dan karena bosan dan rasa ingin saya sudah terpenuhi, saya putuskan untuk menjualnya. Yah, syukurlah ada yang mau membeli dengan harga yang lebih sedikit dibanding dengan harga pada waktu saya beli. Kalau anda penasaran dengan cara saya menghasilkan uang dari game, silahkan baca di sini…

 

6. Bisnis fotocopy

Ini yang terkhir. Awalnya tidak ada niat sih, tapi kebetulan uang fotocopy yang dititip teman saya ada lebihnya, yah Alhamdulillah, teman saya ikhlaskan. Katanya itu adalah uang capeknya. Syukurlah ya Tuhan,

…maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan…Itu firman Allah swt.

Baca juga: Cara memulai usaha fotocopy

Nah, itu tadiĀ  beberapa cara saya meringankan sedikit beban orang tua dengan kreatif dan inovatif dalam mencari uang. Saat ini saya masih bergelut dalam dunia tulis menulis, lebih tepatnya blogger. Kalau anda tertarik silahkan baca artikel lain pada kategori blog.

Baiklah, semoga bisa menginspirasi anda untuk bekerja lebih giat lagi. Islam sendiri sangat menganjurkan penganutnya untuk kaya loh..

Baiklah, sampai di sini sajian kali ini. Semoga bermanfaat buat kita semua. Terima kasih dan salam sejahtera… Semoga sukses…

Leave a Reply