Inilah Hasil Pengamatan Saya Mengenai Konten Blog “Majelispena.com”

Baru- baru ini salah satu konten blog “Majelispena.com” menuai banyak kontroversi karena katanya melecehkan agama. Bagaimana tidak, konten yang ditulis oleh Mas Halfi tersebut dianggap melanggar kode etik dan melewati batas, yah menurut penuturan beberapa orang mengandung SARA. Kata “Nabi” itu memang tidak sepantasnya diucapkan hanya karena terlalu kagum atau mendewa- dewakan Mas Sugeng. Istilahnya “Nabi Sugeng”, “Sabda Sugeng”, Hadis Riwayat Sugeng”, wah, saya pribadi santri di salah satu pondok pesatren juga sebenarnya sangat keberatan mendengar dan membaca tulisan tersebut. Inilah bentuk kekecewaan saya sehingga menulis artikel ini.

Allahu a’lam, mungkin si penulis tidak bermaksud melanggar batas dan melecehkan agama. Hanya Allah lah yang tahu niat sebenarnya si penulis blog Majelispena. Dalam kaidah ushul fiqhi:

Al-umuuru bimaqaasidihaa

Artinya: “Suatu urusan itu tergantung dari maksudnya”

Nah, sama dengan Mas Halfi, kita tidak tahu maksud sebenarnya kan? Selain itu, seharusnya dia juga mempertimbangkan segala sesuatunya sebelum menerbitkan konten yang menuai kontroversi tersebut. Bukan main banyak orang yang keberatan membaca tulisan tersebut.

Perlu kita ketahui, istilah “Nabi” itu hanya diperuntukkan kepada utusan Allah swt. ke muka bumi ini dengan tujuan tertentu dan demi kepentingan agama. Bukan orang yang jago atau master dalam suatu bidang. Itu namanya ahli atau pakar. Itu menurut saya…

Terlalu mendewa- dewakan seseorang sampai memberikan gelar Nabi.
Terlalu mendewa- dewakan seseorang sampai memberikan gelar Nabi.

Lanjut, menurut pengamatan saya, adalah beberapa alasan Admin blog Majelispena ini menulis konten sedemikian rupa tersebut:

 

1. Mengejar konten go viral

Karena terobsesi konten go viral yang mempunyai banyak sharer sehingga sengaja membuat konten yang mengandung SARA tersebut, mengandung kata “Nabi” dan umat lagi. Tidak masalah jika anda mengejar konten go viral, toh kalau sampai menggunakan kata- kata yang tidak pantas kan jadinya bermasalah, banyak yang keberatan dan akhirnya dibully.

Nah, ada banyak cara alternatif untuk membuat konten go viral, tapi jangan segininya juga sehingga melewati rana agama. Belum lagi sampai pembesar- pembesar agama yang tahu, wahh tambah besar jadinya. Segeralah bertaubat, kalau bisa salat sunnah awwabin, om… Yang paling utama, hapus aja kontennya.

 

2. Visitor

Kalau konten udah go viral, konsekuensinya ke visitor. Dimana- mana idaman para blogger adalah visitor, tapi jangan sampai menggunakan cara yang tidak dibenarkan.

Dengan visitor yang banyak, maka memungkin seorang blogger untuk memperoleh banya penghasilan pula.

 

3. Terlalu fanatik hingga tidak sadar melanggar rana agama

Ini yang paling berbahaya, mengidolakan seseorang secara berlebih- lebihan tanpa sadar  sudah melanggar rana agama. Akar permasalahannya ini, “terlalu fanatik dan mengidolakan seseorang” , sehingga memberikan pujian yang berlebih- lebihan.

Tidak masalah mengidolakan seseorang, asal jangan berlebihan. Bukankah yang paling patut diidolakan adalah Rasulullah saw. itu sendiri sebagai Nabi dan Rasul di muka bumi ini.

Bahkan di dalam buku “100 orang yang palig berpengaruh di dunia”, Nabi Muhammad saw. sendiri ditempatkan di urutan pertama oleh si penulis, padahal penulis tersebut bukan orang islam.

Pertanyaannya, kita orang islam? Terus mengidolakan siapa? Anda sendiri yang jawab.

Keanehan lainnya adalah masih banyak mastah blogger lainnya yang tidak kalah berpengalaman dari mas Sugeng. Seperti Marikson Manurung (Blog Maxmanroe), Herman Yudiono (Blogdolar), Mas Darmawan (Blog Darmawan PIM) dan masih banyak lainnya. Tapi kenapa justru Mas Sugeng yang dijadikan katanya Nabi umat blogger. Anehh…

Intinya Allahu a’lam, ini hanya hasil pengamatan saya yang masih terdapat banyak kekurangan di dalamnya. Saya terus terang menulis artikel ini agar seluruh umat Islam tahu bahwa orang ini tidak ingin menghapus artikelnya, padahal dia sudah terbukti bersalah. Setelah artikel tersebut dihapus, saya juga akan menghapus artikel ini, In Sya Allah.

[bctt tweet=”Al- Insaanu makaanul khata'” username=”Wahyu”]

Iya, manusia adalah tempatnya kesalahan.

Anda bisa membaca tulisan yang saya katakan tadi langsung di blog tersebut. Sengaja saya tidak ingin memasang back link ke blognya, mungkin itu juga yang menjadi tujuannya. Ini gambarnya:

Judul postingan: Mas Sugeng nabinya umat blogger.
Judul postingan: Mas Sugeng nabinya umat blogger.

Kesimpulannya, jangan cepat memvonis seseorang, cari tahu kebenarannya. Kata Detektif Conan:

Kebenaran cuma ada satu

Demikian, dan salam sukses buat anda. Jangan lupa komentarnya yah….

7 thoughts on “Inilah Hasil Pengamatan Saya Mengenai Konten Blog “Majelispena.com””

    1. Iya, artikelnya bisa dibilang lumayan lengkaplah. Tetapi kan masih banyak mastah mastah blogger lainnya yang tak kalah berpengalaman dari Mas Sugeng. Nih orang sebenarnya maunya apa sih? Sampai memberikan gelar Nabi gitu…

  1. Memang bikin males & gemes bro, klo bicara soal itu postingan. Mungkin sedang mengejar karir via terowongan gelap. Karna kalau via terowongan terang, sedikit malu dan tertinggal jauh. Jadi cari instan untuk raih kesuksesan, kalau dalam ilmu gaib itu namanya kejar kesuksesan via pesugihan.
    Hahaha.

    1. hehehe, bisa jadi yah. Allahu a’lam kalau dia pakai jalur pesugihan dalam blog.

Leave a Reply