Cara Riset Keyword Untuk Menargetkan Pengunjung dan Meledakkan Penghasilan

Jujur, selama ini saya telah melakukan kesalahan dalam meriset keyword. Saya hanya menggunakan Google Keyword Planner dalam menganalisis keyword dan ternyata, bukan itu cara yang tepat. Kita butuh tools lain dalam menganalisis kata kunci. Itulah yang akan kita bahas.

Semua blogger pasti ingin trafiknya meledak kan? Ingin punya visitor yang banyak? Dan akhirnya memperoleh penghasilan yang dapat menunjang kebutuhan hidup?

Jawabannya, IYA

Untuk mewujudkan semua itu, kunci ada pada “konten”.

[bctt tweet=”Konten adalah raja ” username=”Wahyu”]

Konten yang berkualitas maksudnya. Namun masih ada hal lain yang harus anda perhatikan. Apa itu?

Tampilan blog juga harus dibuat menarik. Kalau begitu:

[bctt tweet=”Tampilan adalah ratunya” username=”Wahyu”]

Tampilan meliputi: menu navigasi, tema, widget dan sebagainya. Meskipun tampilan harus dibuat semenarik mungkin, anda tidak boleh terlalu berlebihan. Yang sederhana saja.

[bctt tweet=”Sederhana itu indah ” username=”Wahyu”]

Tapi intinya terletak pada konten blog anda. Pada kesempatan kali ini, saya tidak membahas “cara pembuatan konten”, melainkan langkah/ step yang harus anda tmpuh sebelum membuat konten.

Coba bayangkan, jika anda sudah membuat konten banyak, berkualitas dan lengkap. Tapi jumlah pengunjungnya masih tetap sepi. Parahna lagi, produk anda tidak ada yang beli. Bagaimana coba?

Itulah “riset keyword/ kata kunci”, langkah yang harus anda tempuh sebelum membuat konten blog, sekali lagi “riset keyword/ riset kata kunci”

 

Adakah hubungan “riset keyword” dengan pendapatan blog?

Ada hubungannya, tidak?
Ada hubungannya, tidak?

Saya tidak akan langsung menjawab pertanyaan ini sebelum memberikan sedikit penjelasan kepada anda.

Hal Pertama: Keyword itu punya perbedaan

Sobat, tidak semua keyword itu sama. Ada yang sering dicari, ada juga yang jarang. Itulah tujuan dari “keyword research”:

  • Untuk mengetahui jumlah/ volume pencarian keyword
  • Untuk mengetahui tingkat persaingan keyword
  • Menganalisis

Dan masih banyak lagi.

Nah, untuk memperoleh penghasilan, anda harus memerhatikan 3 hal ini:

  • Pengunjung
  • Monetisasi
  • Penghasilan

Ceritanya, mulai dari mendapatkan pengunjung, kemudian monetisasi blog, dan memperoleh penghasilan.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin anda mendapatkan banyak pengunjung? sedangkan keyword yang anda pasang itu tidak pernah dicari sama sekali?

Ataukah, bagaimana mungkin tak satupun pengunjung yang membeli produk anda?

Ini yang sering dilakukan oleh banyak blogger. Meski konten mereka berkualitas, pengunjung mereka tetap sepi. Itu karena keywordnya. Bisa saya katakan anda harus peham betul tentang cara riset keyword.

Jadinya, meskipun konten mereka di halaman satu Google, tapi pengunjung mereka tetap sepi. Kenapa?

Yah, karena tidak ada yang mencari, sia- sia jadinya buat konten. Sudah susah payah, tapi hasilnya nihil. Di sinilah letak perbedaan keyword- keyword yang ada. Saya tidak sedang mengejek mereka, saya sendiri sering membuat konten dengan cara riset keyword yang salah.

 

Hal kedua: Kata kunci yang benar

Katakanlah Anda punya blog yang menjual suatu produk. Anda kemudian menargetkan keyword dengan volume pencarian yang tinggi melalui Google Keyword Planner.

Okelah, anggap saja anda ini jago SEO dan blog anda berhasil masuk di halaman pertama Google. Pengunjung blog pun mulai berdatangan. Makin hari, makin banyak.

Sayangnya, sangat sedikit pengunjung yang membeli produk anda. Kok bisa?

Ada dua kemungkinan dalam hal ini:

  1. Anda menjual produk yang tidak sesuai niche
  2. Anda salah dalam menargetkan kata kunci sehingga salah mendatangkan pengunjung.

Anggaplah anda menjual produk ebook tentang bisnis, tapi anda justru menargetkan keyword tentang kesehatan. Jadinya begini deh, tak satupun yang membeli.

Ingat! Tujuan keyword research bukan cuma untuk menganalisis keyword, mendatangkan banyak pengunjung, tapi yang paling penting adalah mendatangkan pengunjung tepat sasaran yang akan menjadi pembeli di blog anda.

Itulah mengapa riset keyword itu sangat penting, sayangnya banyak yang menganggap sepele hal ini.

 

Hal ketiga: Kesalahan yang paling sering dilakukan dan diajarkan

Kebanyakan orang jika berbicara masalah keyword research, mereka akan langsung mengaitkannya dengan Google Keyword Planner.

Sebenarnya ini adalah hal kurang tepat. GKP itu menunjukkan tingkat persaingan berdasarkan AdWord. Jadi, jangan fokus ke GKP.

Selebihnya akan kita bahas.

Baca juga: 8 Daftar List SEO yang Harus Anda Terapkan Sebelum Mempublish Artikel

Kapan anda harus riset keyword?

  1. Saat ingin menentukan nama dan domain blog
  2. Membuat artikel

Saatnya masuk ke topik utama: Cara riset keyword

Untuk memaksimalkan pendapatan dari blog, anda harus meningkatkan konversi penjualan. Caranya?

Yah, riset keyword yang tepat. Saya ulangi, tujuan sebenarnya riset keyword adalah untuk mendapatkan pengunjung yang tepat, yang akan menjadi pembeli.

Penasaran dengan pengunjung blog anda? Baca di sini…

Inilah yang akan dibahas, cara mendapatkan keyword yang tepat dengan menggunkan Google Keyword Planner.

Tapi kalau cuma Google Keyword Planner tidak akan cukup, anda butuh tools lain dalam hal ini. Baiklah, berikut cara riset keyword:

 

#1. Temukan ide keyword anda

Jangan sembarang keyword, tapi keyword yang sesuai dengan niche blog dan produk yang akan anda tawarkan. Anda bisa mencari ide di website/ blog, buku, atau murni terlintas di pikran anda. Cukup satu yah!

 

#2. Dari satu menjadi banyak

Setelah anda menemukan satu ide keyword, selanjutnya adalah membuatnya menjadi banyak dan bevariasi dengan menggunkan tool Keywordtool.io.

Caranya mudah:

Gunakan tool tersebut untuk memperbanyak keyword.
Gunakan tool tersebut untuk memperbanyak keyword.

1. Masukkan keyword yang ingin anda perbanyak

2. Atur, kalau di Indonesia tentunya google.co.id

3. Pilih bahasa dan negara. Setelah itu, hasilnya:

Hasil...
Hasil…

Dari 1 keyword menjadi 215.

4. Klik tombol “Copy All”.

 

#3. It’s time to use Google Keyword Planner (GKP)

1. Masuk ke GKP di bagian “tools”

2. Pilih “get search volume data and trends” (yang kedua)

3. Pastekan keyword- keyword yang telah anda copy

Menggunakan GKP untuk analisis volume pencarian.
Menggunakan GKP untuk analisis volume pencarian keyword.

4. Klik tombol “Get search volume” di bagian bawah.

5. Anda akan diperlihatkan volume pencarian per bulan.

Hasil pencarian Google Keyword Planner.
Hasil pencarian Google Keyword Planner.

6. Klik “download” dalam bentuk Excel CSV.

 7. Buka file tersebut dalam bentuk Excel. 

File dalam bentuk Excel.
File dalam bentuk Excel.

8. Hapus elemen yang tidak penting, kecuali “avg. monthly searches”. Perlu anda ketahui, “competition” pada tabel ini adalah tingkat persaingan berdasarkan iklan AdWordnya, tidak ada hubungannya dengan SEO. Jadi jangan dijadikan dasar, lebih baik dihapus saja.

9. Filter keyword yang anda inginkan. Kalau di sini, saya ingin volume pencarian 100- 1k. Jadi tinggal 2 keyword. Ingat, sesuaikan dengan selera anda. Ini hanya contoh Semakin tinggi pencariannya, semakin bagus. Tapi anda masih harus menganalisisnya sebelum menentukan keyword.

 

Menganalisis keyword

Sekarang tinggal 2 keyword. Ini hanya kebetulan, bisa saja anda nanti memfilter lebih banyak keyword. Hal terpenting adalah menganalisisnya.

#1. Tambahkan tabel “difficult”, “penjualan tinggi” dan “performa tinggi” di Excel tadi.

#2. Gunakanan tool Uptopromo.co.id

Mudah, anda tinggal daftar dan masuk. Setelah itu masukkan kata kunci pada kolom paling bawah yang tersedia. Ini gambarnya.

Uptopromo berfungsi untuk melihat volume pencarian, performa dan penjualan.
Uptopromo berfungsi untuk melihat volume pencarian, performa dan penjualan.

#3. Input data ke Excel. Masukkan semua data pada tabel yang tersedia, kecuali tabel “difficult”. Pada “penjualan” dan “performa”, anda bisa melihat sendiri pada gambar di atas yang diberi tanda ceklis. Masukkan semua pada Excel.

#4. Saatnya melihat tingkat kesulitan keyword (difficult). Semakin rendah tingkat kesulitannya, maka semakin bagus keyword tersebut. Silahkan gunakan tools ini.

Sebenarnya, ada banyak tools untuk mengetahui tingkat kesulitan keyword, anda bisa mencarinya di Googe. Tool yang bernama “KWFinder” juga tidak kalah bagusnya dalam menganalisis tingkat kesulitan keyword, fiturnya pun jauh lebih lengkap.

#5. Setelah mendaptkan data “difficult”nya, selanjutnya masukkan ke Excel. Nah, sudah lengkap kan? Ok, kita lanjut..

#6. MozBar atau SEOQuake – analisis persaingan manual

MozBar dan SEOQuake akan menampilkan data-data seperti jumlah backlink, Page Rank, Page Authority, Domain Authority, dan lain-lain ketika kita melakukan pencarian di Google.

Tapi saya pribadi lebih suka pakai MozBar di Chrome. Tapi kalau anda ingin yang lebih lengkap, silahkan pilih SEOQuake. Sebenarnya sama saja sih..

Setelah instalasi, coba lakukan search di Google.

Ini tampilan untuk MozBar:

Tampilan MozBar.
Tampilan MozBar.

Dan seperti ini untuk SEOQuake:

Tampilan SEOQuake.
Tampilan SEOQuake.

Baiklah, saatnya menjelaskan satu persatu simbolnya:

  • PageRank (PR)

PageRank atau PR adalah angka dari 0-10 yang menunjukkan seberapa tinggi reputasi website tersebut menurut algoritma yang dibuat secara resmi oleh Google. N/A menunjukkan website tersebut belum punya PageRank. Tapi sekarang angka PR sekarang sudah tidak diupdate lagi.

  • Page Authority (PA)

PA (Page Authority) adalah angka yang dibuat oleh Moz dari 0-100 yang menunjukkan seberapa tinggi reputasi sebuah halaman website.

  • Domain Authority (DA)

DA (Domain Authority) mirip dengan PA tapi untuk keseluruhan domainnya. Bukan per halaman.

Jadi semakin tinggi PR, PA, dan DA, semakin sulit persaingannya. Begitu pulah sebaliknya. Menurut yang pernah saya baca, yang dikatakan“mudah” adalah yang PA dan DA nya di bawah 25.

Ada juga versi pendalaman MozBar yang bisa anda manfaatkan. Caranya? Kunjung moz.com/home setelah registrasi kemudian cari “keyword explorer” di bagian bawah. Nah, di situ anda hnay bisa meriset keyword sebanyak 5 kali sehari, namun hasilnya bagus dan akurat. Tenang saja, gratis kok!

Fitur MozBar yang lumayan mantap.

#7. Lihat backlinknya

Perlu anda ketahui, backlink juga termasuk faktor yang mempengaruhi peringkat website di mesin pencari, termasuk PA, PR dan DA. Biasanya, semakin tinggi backlinknya semakin sulit persaingannya. Jadi anda juga harus fokus pada backlink website tersebut.

#8. Lihat isi kontennya

Nah, ini penting. Untuk memaksimalkan konten anda, anda juga harus melihat konten kompetitor anda.

  • Seberapa bagus kontennya?
  • Apakah kontennya relevan/ sesuai dengan yang dicari?
  • Bermanfaatkah?
  • Lengkap?
  • Apa yang kurang menurut anda?
  • Dan sebagainya

Kurang lebih itu yang harus anda perhatikan. Ingat! Google akan selalu berusaha menampilkan konten terbaik di posisi teratas. Jadi intip konten kompetitor anda, jangan dicopas!!

Bahkan jika PR, PA, DA dan backlinknya besa, tapi kalau kontennya jelek maka anda masih berpeluang bisa menjadi peringkat 1.

#9. Tentukan keyword dan buatlah long tail keywordnya

Saatnya menentukan keyword anda berdasarkan riset yang telah anda lakukan. Ini pertimbangannya:

  • Semakin tinggi volume pencariannya, semakin bagus.
  • Semakin rendah tingkat kesulitannya, semakin bagus
  • Lebih mantap lagi kalau punya “peluang penjualan” dan “performa tinggi”
  • PR, PA, DA dan backlink yang rendah
  • Kualitas konten website kompetitor

Catatan: Untuk website baru, lebih baik jika menggunakan keyword dengan volume pencarian yang rendah terlebih dahulu, agar lebih mudah masik ke peringkat 1 Google. Dengan begitu, Google akan percaya pada website kita dan akan lebih mudah mendaptkan peringkat 1 pada keyword lainnya yang lebih susah.

 

Buat long tail keyword

Sebelum lanjut, saya akan sedikit jelaskan apa itu Long tail keyword?

Long tail keyword adalah kata kunci yang dikembangkan dari kata kunci utama. Dengan kata lain, long tail keyword ini adalah hasil variasi dari keyword yang telah anda riset. Contohnya: Dari “cara membuat blog” menjadi “cara ampuh membuat blog yang menghasilkan uang jutaan rupiah”. Itu…

Baiklah, bagaimana cara untuk membuat long tail keyword?

1. Ubersuggest

Dengan Ubersuggest, anda bisa menggali lebih banyak keyword. Cukup dengan memasukkan kata kunci dasar anda, kemudian menentukan negaranya, anda sudah bisa membuat long tail keyword.

 

2. Google suggest

Anda bisa langsung melihat di Google suggest untuk menentukan long tail keyword. Contohnya, saya sedang mencari “cara menghasilkan uang”…

Google suggest.
Google suggest.

 

3. Lihat di Searches related to

Anda juga bisa langsung menuju ke halaman paling bawah Google untuk mencari long tail keyword.
Google searches related to.

Terakhir adalah anda juga bisa melihat long tail keyword di bagian bawah halaman Google pencarian.

Terakhir

Setelah memperoleh long tail keyword yang menurut anda menarik dan sesuai, analisis kembali dengan menggunakan tool MozBar. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa keyword anda benar- benar sesuai dengan keinginan anda.

Tinjau kembali relevansi long tail keyword  dengan niche blog anda. Jangan sampai beda topik, beda keyword. Itu akan sangat berpengaruh pada website anda.

Dan terkahir, selamat!! Saatnya mengeksekusi keyword yan telah anda riset.

Demikian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih dan salam sukses selalu buat anda. Ilmu akan terasa lebih bermanfaat jika dibagikan kepada sesama.

Ada pertanyaannya? Silahkan coret- coret di bawah.

7 thoughts on “Cara Riset Keyword Untuk Menargetkan Pengunjung dan Meledakkan Penghasilan”

Leave a Reply